Strategi Komunikasi Perubahan PerilakuTeori, Perencanaan, Media, Implementasi, dan Evaluasi Berbasis Pendekatan WHO-UNICEF

Penulis:Dr. Sarah Handayani, SKM., M.Kes.
Penerbit:UHAMKA PRESS
Tahun Terbit:2026
Halaman:xiv +150 halaman
Ukuran Buku:14,8cm x 21 cm
Email:[email protected]
ISBN:
Harga: 
Sinopsis:Buku Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku hadir sebagai bahan ajar dan rujukan praktis untuk memahami bagaimana perubahan perilaku kesehatan dirancang secara sistematis, berbasis bukti, partisipatif, dan berkeadilan. Buku ini membahas perubahan perilaku bukan sekadar sebagai hasil penyampaian informasi, tetapi sebagai proses yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, norma sosial, dukungan lingkungan, kualitas layanan, kebijakan, serta kondisi sosial yang lebih luas.
Isi buku disusun secara bertahap, mulai dari konsep dasar perilaku kesehatan, determinan sosial, teori dan model perubahan perilaku, hingga pendekatan komunikasi kesehatan. Berbagai teori seperti Health Belief Model, Theory of Planned Behavior, Social Cognitive Theory, Diffusion of Innovations, Transtheoretical Model, Fogg Behavior Model, PRECEDE–PROCEED, salutogenesis, COM-B, Behaviour Change Wheel, WHO COMBI, UNICEF Behavioural Drivers Model, dan P-Process dibahas dengan contoh penerapan dalam konteks kesehatan masyarakat.
Buku ini juga memandu pembaca dalam menyusun pesan, memilih media, mengembangkan materi komunikasi, melakukan pretesting, menyusun strategi, merancang implementasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi. Setiap bab dilengkapi dengan studi kasus, pertanyaan reflektif, latihan terapan, dan perangkat kerja agar pembaca tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menggunakannya dalam perencanaan program nyata.
Ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, promotor kesehatan, pengelola program, organisasi masyarakat, dan pembuat kebijakan, buku ini diharapkan menjadi jembatan antara teori dan praktik. Melalui buku ini, pembaca diajak merancang komunikasi perubahan perilaku yang tidak menggurui, tidak menyalahkan masyarakat, tetapi membangun kapasitas, memperkuat partisipasi, menjaga martabat, dan mendukung lahirnya program kesehatan yang lebih efektif, etis, inklusif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post