(Praktis, Religius, Integratif, Modern, dan Adaptif)
Bahan Ajar BIPA Berbasis Budaya dan Nilai Religius Pancasila
| Penulis | : | Martriwati Nani Solihati Zamah Sari |
| Penerbit | : | UHAMKA PRESS |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Halaman | : | x + 145 halaman |
| Ukuran Buku | : | 115,5 cm x 23 cm |
| : | [email protected] | |
| ISBN | : | |
| Harga | : | |
| Sinopsis | : | PRIMA BAHASA (Praktis, Religius, Integratif, Modern, dan Adaptif) merupakan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula A1 yang dirancang untuk membantu pembelajar asing menguasai keterampilan dasar berbahasa Indonesia secara komunikatif dan kontekstual. Buku ini hadir terutama dalam bentuk flipbook digital interaktif, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, dinamis, dan mudah diakses kapan saja serta di mana saja. PRIMA BAHASA menggabungkan pendekatan praktis dengan penguatan karakter dan wawasan budaya Indonesia. Materi dalam buku ini disusun ke dalam 10 bab tematik, dimulai dari kompetensi dasar seperti Perkenalan Diri, Identitas, dan Keluarga, hingga tema kehidupan sehari-hari seperti Tempat Tinggal, Komunikasi, Makanan Khas, Petunjuk Arah dan Transportasi, Berbelanja di Pasar, Acara Adat dan Pakaian Tradisional, serta Rekreasi. Setiap bab dirancang secara integratif mencakup empat keterampilan berbahasa; menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, yang dilengkapi kosakata, tata bahasa dan ungkapan fungsional, dialog kontekstual, latihan terstruktur, evaluasi, serta permainan bahasa seperti teka-teki silang dan cari kata untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Keunggulan utama PRIMA BAHASA terletak pada integrasi wawasan budaya dan refleksi nilai-nilai religius Pancasila dalam setiap bab, sehingga pembelajar tidak hanya mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam situasi nyata, tetapi juga memahami nilai, karakter, dan kebhinekaan masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan yang modern dan adaptif, buku ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi linguistik, tetapi juga pada pembentukan pemahaman lintas budaya yang bermakna bagi pembelajar internasional. |

