| Penulis | : | Tri Handito, M.Pd., C.Ed., CMSE Prof. Herri Mulyono, Ph.D. Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd. |
| Penerbit | : | UHAMKA PRESS |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Halaman | : | viii + 220 halaman |
| Ukuran Buku | : | 14,8 cm x 21 cm |
| : | [email protected] | |
| ISBN | : | |
| Harga | : | |
| Sinopsis | : | Pendidikan vokasi kini berdiri di persimpangan paradigmatik antara tuntutan otomasi industri dan kebutuhan akan humanisasi teknologi. Transisi global dari era Industri 4.0 menuju Society 5.0 menuntut reorientasi mendasar dalam paradigma kompetensi tenaga kerja. Di tengah arus disrupsi ini, Computational Thinking (CT) tidak lagi cukup dipahami secara sempit sebagai keterampilan teknis pemrograman (coding), melainkan harus ditempatkan sebagai metaliterasi kognitif yang menjadi fondasi bagi kemampuan pemecahan masalah yang kompleks. Buku referensi ini menawarkan analisis komprehensif mengenai peran vital CT dalam merevitalisasi pendidikan vokasi. Melalui tinjauan kritis, penulis mendekonstruksi pandangan teknosentris yang kerap mereduksi manusia menjadi komponen pasif dalam sistem produksi, dan menawarkan visi baru di mana logika algoritma bekerja beriringan dengan kearifan manusia. Secara sistematis, buku ini membedah strategi implementasi CT yang melampaui eksperimentasi ruang kelas menuju pelembagaan sistemik. Fokus utama diarahkan pada pembangunan ekosistem pendidikan vokasi yang berkelanjutan, yang mencakup integrasi CT dalam model pembelajaran berbasis produksi (Teaching Factory), transformasi kemitraan industri dari pola transaksional menuju kolaborasi ko-konstruktif, serta perumusan kebijakan kurikulum yang adaptif. Ditulis dengan basis riset yang kuat dan perspektif kebijakan yang tajam, buku ini hadir sebagai peta jalan intelektual bagi akademisi, pengambil kebijakan, serta praktisi pendidikan vokasi. Karya ini tidak hanya menjawab pertanyaan “mengapa” CT diperlukan, tetapi juga merumuskan “bagaimana” membangun generasi inovator yang memiliki ketahanan nalar komputasional sekaligus integritas kemanusiaan di masa depan. |

