POTRET ETNISITAS DAN MULTIKULTURALISME DI INDONESIA: Merawat Kebinekaan, Menjaga Persatuan

Penulis:Suswandari dkk.
Penerbit:UHAMKA PRESS
Tahun Terbit:2024
Halaman: v + 283 halaman
Ukuran Buku:14,8 cm x 21 cm
Email:[email protected]
ISBN:
Harga: 
Sinopsis:Ras, etnisitas, dan multikulturalisme memainkan peran penting dalam interaksi global pada saat ini. Ras mengacu pada perbedaan fisik seperti warna kulit, warna rambut, warna mata, bentuk hidung dan lain-lain. Sementara etnisitas berkaitan dengan pola perilaku budaya yang dilatarbelakangi oleh faktor lingkungan, masa lampau, bahasa dan berbagai bentuk simbol lainnya sebagai identitas khas yang membedakan dengan lainnya. Multikulturalisme menggambarkan sikap dan perilaku menerima mereka yang berbeda dalam satu kesatuan warga bangsa.
Konsep ras dan etnisitas membentuk identitas individu dan kelompok dalam suatu masyarakat. Namun, keduanya juga dapat menjadi sumber ketegangan jika tidak dipahami atau dihargai secara benar. Oleh karena itu, multikulturalisme muncul sebagai pendekatan sosial humanistik yang menekankan pentingnya merayakan perbedaan sebagai kekuatan.
Dalam aktivitas global seperti perdagangan, diplomasi, dan pendidikan, multikulturalisme berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan negara dan bangsa. Komunikasi lintas budaya menjadi lebih efektif ketika orang-orang mampu memahami dan menghargai perbedaan ras dan etnisitas sebagai suatu anugerah yang tidak terelakkan. Multikulturalisme tidak hanya mendorong toleransi, tetapi juga upaya keras untuk mengetahui secara mendalam yang berbeda sebagai bagian dari dirinya yang akan menguatkan pola interakasi dalam masalah sosial secara global, seperti ekonomi dan politik antarnegara yang akan mempercepat inovasi melalui pertukaran ide. Serta menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai (peace and harmony).
Buku Potret Etnisitas dan Multikulturalisme di Indonesia ini menjadi bukti realitas keberagaman budaya dan identitas dalam masyarakat global yang semakin terhubung. Dalam konteks ini, perbedaan etnis dan ras bukan dilihat sebagai penghalang, tetapi sebagai social capital yang semakin memperkaya pola interaksi sosial. Melalui buku ini, konsep multikulturalisme diharapkan dapat menjadi jembatan pemersatu bangsa dalam dunia global yang semakin menyatu dalam zaman yang penuh tantangan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post