Judul : Buku Saku Peningkatan Pemahaman Bahaya Rokok Elektrik Sebagai Gaya Hidup
Vaping Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Penulis : Dr. Hj. Novi Andayani Praptiningsih, M.Si.
Penerbit : UHAMKA PRESS
Tahun Terbit : 2023
Tebal : 51
Ukuran : 10,5 x 7,5 cm.
ISBN :
Harga :
Banyak masyarakat non perokok menjadi perokok pasif karena terpapar asap rokok dari pelaku perokok aktif. Hasil survei Kementrian Kesehatan RI menunjukkan jumlah perokok aktif di Indonesia semakin bertambah setiap harinya. Dari 16 negara yang disurvei, Indonesia menduduki peringkat ketiga, sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak dengan angka 61,4 juta perokok aktif. Menurut WHO, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai jumlah perokok terbesar di dunia, dan kini Indonesia juga mencetak rekor baru, yakni jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Tercatat sebanyak 19,2% pelajar saat ini menghisap rokok (Global Youth Tobacco Survey, 2019). Merokok menyebabkan peradangan kronis pada mukosa saluran pernapasan bagian atas, mengumpulkan sitokin ke daerah ini, mengganggu aktivitas mukosiliar, dan menyebabkan produksi lendir yang berlebihan (Klemperer et al, 2020).
Seiring meningkatnya jumlah perokok khususnya di usia remaja dan dewasa muda, seruan untuk menghentikan kebiasaan merokok sudah banyak dilakukan. Maka untuk mencapai tujuan tersebut Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan berbagai strategi salah satu diantaranya adalah dengan mengganti penggunan rokok konvensional dengan rokok elektrik atau biasa dikenal dengan Electronic Nicotine Delivery System (ENDS), vape, vapor, rokok elektrik tujuan dari menggantikan kosumsi rokok konvensional pada dengan rokok elektrik tersebut yaitu agar para perokok aktif dapat berhenti total dari kebiasaan merokoknya. Namun dengan berjalan waktu penggunaan rokok elektrik sudah tidak efektif lagi yang sebelumnya sebagai solusi dari pada masalah utamanya bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa penggunaan rokok elektrik juga dapat menimbulkan dampak yang berbahaya terhadap kesehatan
